page contents
Travel

Dari Vietnam Ke Kamboja Via Darat

Vietnam dan Kamboja, karena saling berbatasan dan bisa ditempuh dengan jalur darat, negara-negara Indochina ini sering dijadikan rute perjalanan oleh turis. Termasuk gue yang memang ngincer stamp negara untuk koleksi di halaman paspor. Hehehe.

Perbatasan yang paling populer adalah Moc Bai – Bavet Border Crossing. Moc Bai merupakan exit point Vietnam yang berada di Provinsi Tay Ninh, sedangkan Bavet merupakan enter point yang berada di Provinsi Svay Rieng, Kamboja.

Bus yang gue tumpangi: Phnom Penh Sorya.

Untuk menyebrang ke Kamboja dari Vietnam bisa ditempuh dengan naik bus dari kota Ho Chi Minh dengan jurusan Ho Chi Minh – Phnom Penh. Kalian bisa beli tiket bus baik secara online ataupun on the spot. Jika pergi di musim liburan, gue sarankan untuk beli secara online daripada kehabisan walaupun mungkin harganya akan sedikit lebih mahal. Kalian bisa beli tiketnya di sini. Gue sarankan pilih bus Mekong Express atau Giant Ibis. Sedangkan jika beli offline, kalian bisa pergi ke area distrik 1, di sana terdapat travel agent dan pool-nya. Atau bisa coba hubungi pihak hostel tempat kalian menginap, biasanya mereka juga bisa bantu untuk belikan tiket.

Keberangkatan bus paling pagi adalah jam 6.00 dengan berkumpul di titik penjemputan paling lambat setengah jam sebelum keberangkatan, dan lama perjalanan dari kota Ho Chi Minh sampai perbatasan adalah sekitar 2,5 jam. Pada awal keberangkatan, kondektur bus akan meminjam paspor kita untuk dibantu pengurusan di Imigrasi.

Gedung Moc Bai Border.

Begitu sampai di Moc Bai, kami diminta turun dan menunggu di dalam gedung Imigrasi. Tidak ada x-ray scanning di sana, sehingga barang-barang bisa ditinggal di bus. Prosesnya pun gampang, karena begitu si kondektur memanggil nama kami satu per satu, si petugas Imigrasi akan memberikan cap keluar di paspor beserta kartu embakarsi Kamboja dan selesai sudah urusan.

Suasana di dalam Moc Bai Border (maaf yah ngeblur, ngambilnya sambil gemeter).

Beres meninggalkan Vietnam, bus pun melaju kembali untuk menyebrang ke Bavet. Dengan gedung yang sudah terlihat di depan mata tersebut, tidak sampai 5 menit tiba dan kami diminta untuk turun kembali. Kali ini pengurusan Visa dibedakan menjadi dua tempat. Antrian Visa On Arrival dan antrian Free Visa. Gue sebagai warga negara Indonesia diarahkan oleh kondektur bus ke antrian Free Visa. Tak lama mengantri, giliran gue pun tiba. Agak deg-degan juga di sini, jadi gue berusaha senyum seramah mungkin. Hehehe.

Sudah teriihat Bavet Border disebrang.

Tanpa ada pertanyaan apapun, si petugas Imigrasi mengambil foto dan finger print, lalu mencap halaman paspor. Nha, waktu itu si petugas minta tip dari gue. Hanya saja kebetulan gue gak ada uang receh, dan sempat menyodorkan uang lembaran 20 USD dengan berharap dikasih uang kembalian. Namun, akhirnya gue diloloskan tanpa memberikan tip sepersen pun. Hehehe.

Bavet Border.

Keluar dari Imigrasi, kalian akan disambut dengan para pedagang asongan. Ada pula yang menawarkan Sim Card, karena begitu masuk ke Kamboja, Sim Card dari Vietnam sudah tidak bisa digunakan sama sekali. Gue sendiri gak beli jadi tidak ingat berapa harga yang ditawarkan.

Begitu semua penumpang sudah mendapatkan izin dari Imigrasi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Ibu Kota dengan jarak tempuh sekitar 6 jam perjalanan.

Welcome to Cambodia! 🙂

Baca juga artikel gue sebelumnya, jalan-jalan seru di Ho Chi Minh:

Menikmati Kota Ho Chi Minh dalam Sehari

Virgo girl. Debater Personality. I do what I wanna do.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *