page contents
Travel

Itinerary Singapore & Malaysia dalam 4 Hari! Part 1

Berawal dari promo pesawat Jetstar ke Singapore yang lumayan murah, tanpa babibu gue langsung ngecek tanggalan mencari tanggal merah biar gak terlalu banyak mengambil cuti. Maklum, masih seorang karyawan swasta nih. Alhasil, walaupun sedang promo, harga yang didapat pun jatuhnya lumayan mahal. Setelah muter otak, gue akalin buat balik ke Jakarta dari Kuala Lumpur yang mana Malindo Air kala itu juga sedang promo! Yah, sebenarnya jika ditotal tetap saja jatuhnya lebih mahal dari PP Singapore karena ada biaya bus menuju Kuala Lumpur. Tapi kalau bisa dapat 2 negara dalam sekali waktu, kenapa enggak? Hohoho.

Gue pesan bundling package ticket & hotel di Traveloka. Hostel di Kuala Lumpur, gue pesan dari Booking.com. Dan bus dari Singapore ke Kuala Lumpur gue pesan di Easybook.com. Berikut rincian total biaya akomodasi:

Pesawat Jakarta – Singapore (Jetstar) + Hotel 1 malamRp 781.266
Pesawat Kuala Lumpur – Jakarta (Malindo Air) Rp 512.224
Tiket bus Singapore – Kuala LumpurRp 498.50
Hostel di Kuala Lumpur 1 malamRp 75.825

“Haaah? Kok itu mahal banget pesawat ke Singapore-nya, Din?”

“Iyaaah. Pas promo dari maskapai, gue cuma dapet Rp 180.000 doang sekali jalan dengan total 1 juta-an untuk PP, tapi karena pas hari H gue ada acara meeting dadakan di kantor, harus direschedule. Sedangkan harga promo kan gak bisa reschedule. Mau dicancel sayang, jadi beli tiket lagi dengan harga normal.”

Hurang kayaaa mah emang begini. Hahaha 😀

Sedangkan Itinerary gue awalnya adalah sebagai berikut:

Day 1

15:25Tiba di Changi Airport, eksplor Instalasi Harry Potter di Changi
19:00Menuju hostel di Little India, Check In
21:00Cari makan dan belanja oleh-oleh di Mustafa Centre
23:00Istirahat

Day 2

09:00Check out Hostel
09:30Menuju Fort Canning Park
14:00Menuju Bugis Street, belanja oleh-oleh, makan siang.
17:00Menuju Arab Street, Masjid Sultan, Haji Lane, dll
19:00Menuju Merlion Park
Nonton konser di Esplanade Theater
Nonton spectra
Ke Garden by The Bays
22:00Menuju Golden Mile Compelx untuk naik bus ke KL
23:59Depart to Kuala Lumpur

Day 3

06:30Tiba di KL Sentral
07:00Menuju Hostel di Petaling street
07:30Check in Hostel
08:30Menuju Batu Caves
13:00Pulang ke Hostel, istirahat
16:00Jalan-jalan di Chinatown
Kasturi Walk & Central Market
19:00Menuju Petronas Twin Towers
20:00Menuju Bukit Bintang, makan malam
22:00Kembali ke Hostel, istirahat

Day 4

09.00Sarapan, Check out Hostel, titip tas
10.00Ke Bukit Bintang
13:00Ke IAMM
Bird Park
Botanical Garden Lake
Masjid Nagara
16:30Kembali ke Hostel untuk ambil tas
17:30Menuju KL Sentral, naik KLIA Express ke bandara
20:45Depart ke Jakarta

Kira-kira seperti itulah. Namun, ketika di Kuala Lumpur gue ketemu sama seorang dari Jakarta juga di hostel. Kebetulah hari pertama itu dia ada agenda ke Melaka. Gue juga sebenernya pengen banget ke Melaka, mumpung ada temen jadi gue menawarkan diri untuk ikut agenda dia hari itu. Hehe. Pada akhirnya, itinerary gue di Malaysia hampir semuanya berubah!

Tapi tidak apalah, hitung-hitung biar nanti ada yang bantu fotoin, ye kan?

Nha, berhubung jika dibahas semua dalam sekali waktu bisa menghabiskan page yang panjang, jadi gue akan ulas itinerary tersebut dalam dua post yaitu agenda di Singapura & Malaysia.

***

1 Februari 2019, hari pertama.

Salah satu alasan gue ke Singapura adalah untuk eksplor bandara Changi dan main di Instalasi Harry Potter! Sayangnya, Instalasi ini sudah tidak selengkap sebelumnya, mungkin karena sudah memasuki periode akhir instalasi berlangsung ya. Di situ gue merasa sedyiiih. Padahal pengen banget pakai jubah Hogwards dan main salju buatan di dalam bandara Changi!

Namun, gue gak akan menyiakan waktu untuk bersedih karena tanpa instalasi Harry Potter pun, bandara Changi ini adalah bandara yang wajib banget dieksplor karena terkenal dengan berbagai fasilitasnya yang membuat semua orang betah! Dari aneka taman seperti taman kaktus, taman bunga matahari sampai kursi pijat gratis! Bahkan bisa nonton film juga di bioskop mini Changi.

Cactus Garden, Departure Transit Hall, Terminal 1, Changi Airport. Features more than 100 species of cacti and there is a bar within the garden! And down to level 2 you will find Water Lily Garden. Move to Terminal 2, there are Sunflowers grown at level 3, and very beautiful!

Setelah gue puas keliling Changi, gue naik MRT menuju Little India di mana gue akan menginap (kawasan Little India menurut gue adalah kawasan termurah untuk menginap). Untuk naik MRT ini, harus menggunakan e-money yang berupa kartu Singapore Tourist Pass (STP) atau kartu EzLink. Kebetulan temen gue ada yang punya EzLink, jadi gue pinjam kartu dia dan tinggal top-up saja deh isinya. Untuk kalian yang baru pertama kali ke Singapura dan hanya bertujuan sekali kunjungan, gue menyarankan untuk membeli kartu STP saja. Minimun bisa beli untuk 1 day pass hingga 3 day pass untuk naik MRT, LRT, dan Bus sepuasnya, bahkan bisa mendapatkan diskon untuk atraksi tertentu. Saat pulang kartu tersebut bisa dikembalikan untuk mendapatkan kembali uang deposit sebesar 10 SGD yang kita bayarkan bersamaan harga kartu. Kalau ingin simpan kartu STP untuk kenang-kenangan pun tidak masalah, dalam artian kita tidak perlu mengembalikan kartu dan uang deposit tidak kembali. Lebih lengkapnya cek di sini. Sedangkan EzLink, tidak ada uang deposit, tapi kita bisa memakai kartu ini hingga 5 tahun ke depan.

Gue menginap di 60’s Hostel yang mana hostel ini lokasinya bersebelahan banget dengan Kuil Sri Vadapathira Kaliamman. Jadi alih-alih dengar adzan subuh, di sini gue dengar lantunan khas lagu India dari Pura yang membuat gue langsung terbayang dengan adegan khas film India, lari-lari pakai sari sambil joget asyik, plus hujan-hujanan.

Kuil Sri Vadapathira Kaliamman. Konon berdiri sejak tahun 1830, dan sangat terkenal dengan beberapa sumur di dalamnya. Banyak pengunjung yang mengambil air dari sumur tersebut yang dipercaya membawa kebaikan.
Kuil Sri Veeramakaliamman. Salah satu kuil tertua di Singapore, yang dipercayai dapat menjauhkan dari kejahatan. Dahulu mereka percaya dewi akan melindungi para migran dari kejahatan di negari asing saat pertama kali menginjakkan kaki di Singapore.

Setelah berhasil check-in dan masuk kamar, gue kenalan dengan dua orang Indonesia yang ternyata sesama anggota Backpacker International juga! Haha. Dunia ini sempiiiiit. Apalagi kalau cuma ke Singapura! Kami pun janjian untuk belanja bareng di Mustafa Centre malam itu.

Mustafa Centre ini merupakan pusat perbelanjaan murah yang buka 24 jam! Mau cari apa saja adaaaa. Dari bahan makanan, elektronik, kosmetik, daster, pokoknya serba ada. Dan harganya miring! Kalau kalian mau belanja oleh-oleh macam coklat dll, bisa banget beli di sini. Tapi kalau mau belanja daster sih mending ke Tanah Abang!

Puas keliling sampai pegal, kami makan malan di restoran India samping Mustafa Centre. Di area situ banyak money changer dan juga restoran khususnya restoran India. Kami pesan Murtabak untuk dimakan rame-rame.

Usai makan, kami pun lanjut belanja lagiiii. Hahaha. Dasar cewek ya! Maklum, kedua teman gue ini ternyata buka jastip, jadi tak heran deh kalau mereka bolak-balik terus.

Kami pun kembali ke hostel saat hampir tengah malam. Syapek banget ini kaki. Saatnya ngecharge badan untuk besok.

2 Februari 2019, hari kedua.

Pukul 06.00 pagi, gue bangun tidur, terus mandi dan tak lupa menggosok gigi apalagi ibadah subuh. Setelah sarapan (cuma dapat gratis sebungkus roti), gue melanjutkan agenda hari ini yaitu menuju Fort Canning Park. Gue kepengen banget kesini, buat foto di gate-nya. Dengan angle tertentu kalian bisa mendapati foto seperti di dalam sebuah lubang besar. Selain itu, gue juga ikut tur Battlebox. Cerita selengkapnya tentang Fort Canning Park ada di sini.

Cukup banyak waktu yang dihabiskan untuk keliling Fort Canning Park ini. Dengan taman yang berbukit seluas 18 hektar, gue sering duduk beristirahat di sela-sela kesibukan hunting foto. Bisa dibilang mirip Kebun Raya Bogor. Kalau sudah puas keliling, kalian bisa juga isi air minum di sini, karena disediakan air minum pancur.

Selanjutnya dari Fort Canning Park, gue belanja titipan totebag di Bugis street. Gila sih. Sampai di sana itu rame banget. Mungkin karena memang hari libur ya. Di mana-mana rasanya cuma ketemu turis Indonesia deh. Haha. Bugis street ini merupakan pusat belanja oleh-oleh dan fashion yang murah. Dari mulai gantungan kunci, tempelan magnet, totebag, dll. Kalau gue sih, cuma lihat-lihat saja soalnya kalau beli barang cuma nambah-nambahin berat backpack. Ini saja dari tadi jalan udah kayak nenek-nenek sangking beratnya.

Masjid Sultan yang merupakan masjid pertama yang didirikan di Singapore untuk Sultan Hussein Shah, sultan pertama di Singapore.

Berhubung perut udah lapeeer, jadi segera gue naik bus dan pindah ke Arab Street. Di sana ada Masjid Sultan yang terkenal dan ngehits sebagai background foto di Kampong Glam. Walaupun sudah waktunya dhuhur tapi tidak khusyuk sholatnya kalau perut masih lapar (ngeles!). Jadi sebelum sholat dhuhur di Masjid Sultan, gue makan dulu di restoran Zam-zam yang terletak persis di sebrang masjid.

Makan… makan sendiri… bener-bener anak ilang hari itu. Hehehe.

Setelah kenyang dan numpang sholat di Masjid Sultan, gue keliling-keliling Kampong Glam. Lalu ke Haji Lane street (ketimbang jalan, menurut gue lebih pas disebut gang) yang banyak mural itu. Karena ramai, gue hampir gak ambil foto di sini sih. Kenapa ramai? Ya selain hari libur sehingga banyak turis, di sepanjang gang ini terdapat kafe-kafe yang mana dinding-dinding kafe tersebut lah yang digambar mural. Jadi kalau niatnya mau hunting foro mural di sini, disarankan untuk datang sebelum kafe nya buka. Mungkin pagi sebelum jam 10 ya.

Bisa dibilang jalan Haji Lane ini merupakan tempat nongkrong, selain banyak kafe-kafe dengan dinding-dinging bermural, banyak juga toko-toko fashion yang lucu-lucu!

Well, sampai lelah jalan-jalan gak jelas, gue memilih hengkang ke Esplanade, Merlion, dkk yang mana sore itu juga ramai akan pengunjung. Bikin mood foto-foto gue hilang. Akhirnya cuma duduk saja lah di pinggiran sungainya, menanti langit berubah kemerahan senja dan sekelilingnya gemerlap lampu bagai bintang-bintang dikejauhan.

See how crowded it was!

Haus, cari es potong khas Singapura tapi gak ada. Adanya es krim Hokkaido. Hmmm… lumayan deh buat jajan. Lumayan pricey juga.

Kemudian nonton konser di Esplanade theater. Kebetulan dalam rangka Chinese New Year, lagu-lagunya dari tadi lagu China semua.

Karena sudah semakin malam, gue semakin diburu waktu. Bergegas segera melangkahkan kaki menyebrang Helix Bridge yang menghubungkan Marina Centre dan Marina South di Marina Bay. Lampu-lampu yang menghiasi di malam hari, menjanjikan bokeh cantik untuk foto-foto. Tapi berhubung gue lewatnya sendirian, jadi gak foto-foto. Nikmatnya solo travel itu ya begini.

Fine, cukup jauh juga ye jalannya. Apalagi diburu waktu begini. Setelah mengikuti petunjuk arah menuju Garden by The Bay, akhirnya gue sampai juga dengan langkah yang seakan melawan arus karena jam segitu orang-orang sudah melenggang pulang. Hmm, nyampe sana berarti sepi deh. Bisa foto-foto tanpa ada bayangan lain selain penampakan. Pikir gue awalnya.

Tapi setelah sampai di sana, minat motret gue hilang lagi. Karena syapek. Haha. Takjub dengan Supertree Grove, gue langsung leyeh-leyeh di bangku di bawahnya, sambil menghembus nafas dalam-dalam. Gak salah kalau Supertree ini menjadi salah satu icon negara Singapura. Segede ini gitu lho. Gue bertekad buat balik lagi kesini lain kali dan masuk ke Flower Dome.

Sembari melamun dengan sesekali meneguk sisa-sisa air putih biar gak kesurupan, gue tetap harus terjaga agar gak ketiduran di bawah angin sepoi malam yang menjamin masuk angin. Menjelang pukul 10 malam, gue harus kembali jalan ke bus stop menuju Golden Mile Complex, dimana gue akan naik bus menuju Kuala Lumpur tepat tengah malam nanti.

Bersambung…

Virgo girl. Debater Personality. I do what I wanna do.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *